Tentang alumni IPB
Kopas dari milis
… kalo dari fwd-annya sih, yg nulis Pak Rimbawan (direktur kemahasiswaan)
[start kopas]
Assalamu’alaikum wr wb.
Ikut nimbrung boleh kan?. Kenapa ya, kita sering mempertanyakan alumni IPB yang bekerja di berbagai bidang yang beda dengan bidang keilmuan S1nya, dan kita bercerita ke rekan, sahabat dan saudara tentang hal tersebut sehingga kemanapun kita pergi….. pertanyaan tersebut sering muncul.
Saya melihat dari sisi pandang lain……
Dalam suatu proses recruitment di IPB, saya bertemu alumni ITB yang jadi pimpinan BNI yang menceritakan bahwa tahun lalu ada 8 orang alumni ITB yang menduduki jabatan direksi BNI, banyak alumninya sukses jadi pengusaha (bahkan pengusaha anggrek dan komoditas pertanian).. … tapi saya lihat mereka bercerita dengan tampak bangga
Dalam suatu diskusi dalam kunjungan ke suatu perusahaan perikanan multinasional, salah seorang pimpinan (yang lulusan UI) bertanya hal yang sama : Kok alumni IPB banyak bekerja di mana-mana… ada yang jadi penyanyi (disebutlah Yana Julio), dll ….. dll….. Saya bertanya ……. apa Dian Sastro, Rossa, Diah Pitaloka merupakan lulusan sekolah nyanyi dan film UI ???? Saya dapat jawaban ……. kami bertanya karena kita menaruh perhatian besar pada impian dunia pertanian … so WHAT GITU LHOH.
Saya mengajak kita berbangga dengan almamater …. tanpa sadar kalau kita diajarkan banyak Logical Thinking di IPB, bertemu dengan teman-teman dari seluruh penjuru Nusantara … mungkin itu yang membuat alumni ini bersifat adaptif dan mampu membuat pemikiran logis sehingga ….. kalau alumni IPB mendududuki tempat strategis di tempat yang bukan bidangnya, apakah itu bukan suatu keberhasilan karena sudah menyisihkan pesaing-pesaingnya yang berasal dari bidang ilmu yang seharusnya. Serunya, bulan lalu serombongan mahasiswa dan dosen psikologi UGM bertamu ke IPB dan bertanya kenapa alumni IPB juga bisa berperan dalam HRD di banyak perusahaan?. Jawabannya : kalau saya malah bangga…. karena politikus terkenal juga banyak yang bukan lulusan Fisipol… contoh Margareth Tatcher yang sarjana kimia, Mahathir Muhammad yang seorang dokter. Yang jelas, tracer study tahun 2006 menunjukkan 35% alumni IPB masih bekerja di bidang pertanian dalam arti luas. Yang bekerja di perbankan… . mari tingkatkan perhatian ke pertanian, beri kredit sangat lunak pada petani kecil….. yang di jurnalistik, ayo sebarluaskan pengetahuan kalau pertanian bisa jadi sokoguru Indonesia, yang di Depkes… apalagi….. . diversifikasi pangan, ketahanan dan keamanan pangan bisa kita suarakan terus, yang berurusan dengan penyakit tidak menular….. hari ini saya dengan berita kalau Arnold si badan gede yang jadi Gubernur di salah satu negara bagian USA punya program peraturan untuk pembatasan konsumsi lemak jenuh diwilayahnya mulai 2010.Yang jadi ibu rumah tangga…… itu pekerjaan sangat mulia (domestic engineer bahasa lainnya)…. . bagaimana kita menjadikan keluarga kita sehat sejahtera dengan komoditas pertanian bergizi. …… Risih dengan gelaaar….. ….. bisa jadi… anggap saja seperti saya yang selalu ditanya… kok Rimbawan malah bidang keahliannya ilmu gizi….
So don.t worry….. be happy.
Salaaam
Rimbawan.
[ending kopas]

hahahahaha bener juga
masih ngurus mahasiswa dia pi?
Comment by balibul — 4 August, 2008 @ 9:32 am
masih2
Comment by Luthfi — 9 August, 2008 @ 7:03 am
wah coba pak rimbawan ngeblog
Comment by hanggadamai — 17 August, 2008 @ 2:50 pm
Bisa ksh website alumni GMSK IPB ? Thx b4.
Comment by deera — 5 April, 2009 @ 9:49 pm