Google

Kultur di kereta RL

5 May, 2009

Kultur yang saya maksud di sini bukanlah kultur budidaya, akan tetapi kultur yang terkait denga budaya. Jelas beda kan?
Kali ini saya mau ngomong tentang kultur di kereta yang notabene harusnya gak boleh terjadi (karena kita bangsa timur bukan). Huehuehue … kebanyakan ngecap … berikut adalah hal-hal jelek tersebut:

1. Ngerokok, padahal kereta dalam kondisi penuh

Komen saya cuman satu : menyebalkan

2. Gak mau ngasih tempat duduk, padahal deketnya ada cewek cakep (tahun 50-an tapi ;-) ), ato bumil, ato orang-orang lemah lainnya.

3. Yang ini rada kelewatan, biasanya krl ada 2 set (alias 8 gerbong), masing-masing set tuh buntu. Nah, di perbuntuan itu biasanya komunitas2 yang pada ngegenk itu duduk2 n lesehan, trus pintu krl ditutup. Sehingga penumpang di stasiun gak bisa masuk lewat pintu itu. Sebagai akibatnya, mereka bisa dengan leluasa tidur ata lesehan. Okelah kita sama-sama capek, udah mburuh seharian. Tapi ya itu tadi, alangkah baiknya kita sama-sama bertenggangrasa.

Huahuahua … semoga esok lebih baik, demi Indonesia ;-)  

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://luthfi.blogsome.com/2009/05/05/kultur-di-kereta-rl/trackback/

  1. Gravatar Image

    jelas masih di ngendonesya to?

    Comment by Ndoro Seten — 6 May, 2009 @ 1:09 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.