Google

Antara MLM, teroris dan MSG?

24 August, 2009

Menengok situs http://www.tianshi-watch.com/, juga situs-situs lain yang berisi pencerahan mengenai dampak dan bahaya MLM; tampak sekali bahwa pengikut aliran MLM sangat panatik sekali.

Hampir mirip teroris2 yang masih muda-muda yang sudah sangat kuat sekali penanaman sesuatu yang katanya disebut doktrin.

Masing-masing sangat kuat mempertahankan pendapatnya tanpa mau membuka pikirannya sedikitpun jua.

Pertanyaannya: Is it the MSG talking?

Fesbuk, lalu?

19 August, 2009

Well, terkait pesbuk yang kesohor itu.
Kawan se-krl saya, katanya sudah ngeadd saya; saya terbengong-bengong. Bingung, lantaran sudah ada 32 pren rikues di list dan gak ada satupun potonya. Esoknya saya tanyain, ternyata dia pake poto anaknya #duh#.
Berbekal reperensi poto anaknya, akhirnya saya menemukan propilnya di sekian baris list dan saya konpirm. Cuman bingung, abis ini terus ngapain ya? Cuman nulis-nulis dan njedotin tulisan di tembok?
Ah, sudahlah … hihihihihiih
grmbl …. grmbl ….

Wahyu Cakraningrat

14 May, 2009

Wahyu Cakraningrat, konon nama makhluk ini terkait dengan keabsahan kekuasaan raja-raja jaman dulu. Seseorang, meski keturunan raja dari permaisuri yang sah, kalo si wahyu ini gak  ‘masuk’ ke dalam dirinya, maka bisa dipastikan kekuasaannya gak langgeng, atau penuh hara-huru.

Wahyu Cakraningrat disinyalir sudah gak ada pada mendiang Pak Harto lagi setelah meninggalnya Bu Tin. Mungkin si Wahyu ini berjodohnya dengan Bu Tin (imho), sehingga dengan meninggalnya Bu Tin, tak lama kemudian orba goyang-gaying.

Minggu ini, salah satu bos saya, memilih B sebagai calon wakilnya. Akankah si wahyu tetap bersama dirinya? entahlah, semua masih menjadi rahasia ilahi. 

Wayang

11 May, 2009

Wayang adalah salah satu peninggalan nenek monyong kita, semua sudah mafhum akan hal itu. Pengalaman saya menonton wayang diawali dengan menontonnya di televisi, TVRI tempo dulu. Kala saya terbangun tengah malam, ayah saya sudah tidur, sementara TV hitam putih rumah kami masih menyala. Simpel saja alasan ayah saya kenapa TV-nya tidak dimatikan. Biar gak rugi membayar iuran TVRI. Kala itu, ketika masih berjayanya TVRI (dan RCTI cuman sebagai penggembira), pemilik TV disuruh membayar iuran TV.

Back to wayang, saya ternggumun-nggumun melihat wayang. Singkat cerita, ketika sudah ke tanah Jawa, pesona wayang secara langsung saya saksika ketika tetangga di RT sebelah mengadakan hajatan, dengan hiburan wayang kulit. Acaranya tentu saja dimulai jam 9-an malam. Dalam gelap-gelapan, dalam hiburang suara nyamuk, akhirnya saya menonton wayang kulit (horeee ;-) ) … namun sebagai anak kecil yang siang harinya aktif bermain, saya cepat sekali mengantuk, hingga akhirnya ayah saya menyuruh saya pulang terlebih dahulu.

Sembari berjalan pulang, saya menyaksikan dunia malam di sekitar wayang, ntah apa … mirip-mirip judi (ya judi) dan minum-minum. Tak sempat saya pikir tentang itu, karena terkait kondisi sebagai anak kecil dan sudah mengantuk.

Kini, setelah jauh dewasa … saya cuman punya satu pertanyaan, gimana caranya ki dalang bisa ngempet (menahan) tidak pipis selama semalam suntuk? Lelaku apa yang dilakukan?

Salah dan Tergunakan

8 May, 2009

Istilah yang salah, orang-orang sudah mengetahuinya, tapi terus dan terus tetap menggunakannya, dalam bahasa Jawa disebut sebagai kroto boso (cmiiw). Istilah ini menjadi salah satu menu pelajaran muatan lokal bahasa Jawi ketika saya SD dulu. SD saya letaknya di daerah plat AE :-) .

Contoh-contohnya sebagai berikut:

1. Nggodog wedhang. Nggodog maksudnya merebus, wedang adalah minuman yang sudah jadi. Kalo secara nalar, ngapain minuman yang sudah jadi direbus lagi? Ralat yang benar untuk untaian kata tersebut adalah nggodog banyu.

2. Ngliwet sego. Dalam bahasa Indonesia maksudnya adalah menanak nasi. Salah kan? Karena harusnya menanak beras.

 Begitu seterusnya ;-) . Hehehhehe … cuman punya dua contoh … eh ada lagi dhing, yaitu nguleg sambel. Sambel udah jadi gak usah repot-repot diuleg, tinggal dinikmati bukan :D .

Selamat hari Jum’at Kisanak ;-) . Apakah anda sudah sarapan pagi ini?

Kultur di kereta RL

5 May, 2009

Kultur yang saya maksud di sini bukanlah kultur budidaya, akan tetapi kultur yang terkait denga budaya. Jelas beda kan?
Kali ini saya mau ngomong tentang kultur di kereta yang notabene harusnya gak boleh terjadi (karena kita bangsa timur bukan). Huehuehue … kebanyakan ngecap … berikut adalah hal-hal jelek tersebut:

1. Ngerokok, padahal kereta dalam kondisi penuh

Komen saya cuman satu : menyebalkan

2. Gak mau ngasih tempat duduk, padahal deketnya ada cewek cakep (tahun 50-an tapi ;-) ), ato bumil, ato orang-orang lemah lainnya.

3. Yang ini rada kelewatan, biasanya krl ada 2 set (alias 8 gerbong), masing-masing set tuh buntu. Nah, di perbuntuan itu biasanya komunitas2 yang pada ngegenk itu duduk2 n lesehan, trus pintu krl ditutup. Sehingga penumpang di stasiun gak bisa masuk lewat pintu itu. Sebagai akibatnya, mereka bisa dengan leluasa tidur ata lesehan. Okelah kita sama-sama capek, udah mburuh seharian. Tapi ya itu tadi, alangkah baiknya kita sama-sama bertenggangrasa.

Huahuahua … semoga esok lebih baik, demi Indonesia ;-)  

Telor satu keranjang

24 July, 2008

Kata orang bijak : janganlah meletakkan telor pada satu keranjang. Menurut gw kalimat ini kalo didefinisikan secara denotatif, bikin ribet. Why? Susah kalo naruh telor di beberapa keranjang : susah bawa beberapa keranjang sekaligus, kecuali jika telornya banyak banget.

Arti secara konotatif, kira2 terkait dengan finansial, misalnya : kalo nabung uang jangan di satu tempat aja .. biar gak bingung kalo tiba2 bank A tutup mendadak. Atau yang lain : jangan bergantung pada satu jenis pekerjaan saja.

Untuk kasus yang terakhir ini, menurut gw, gw belum bisa lakuin. Pekerjaan tetap aja belum dilakonin :) . Selama ini ngeblog n ngeblog (walopun seringnya males blogwalking)

UDahan ah … ntar kepanjangan … ciaoooo